This post is also available in: Japanese

“Study: Osaka Kansai International Art Festival 2025”- Sebuah Perayaan Seni yang Menghubungkan EXPO2025 OSAKA,KANSAI,JAPAN  danMasyarakat melalui Proyek Seni Global.

Pada 13 April 2025, festival seni yang keempat, “Study: Osaka Kansai International Art Festival 2025,” akan dimulai bersamaan EXPO2025 OSAKA,KANSAI,JAPAN  melalui berbagai proyek seni internasional.Dengan tema “Dampak Sosial : Festival Seni yang Mempelajari Hubungan antara Seni × Manusia × Sosial” ini, festival ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sosial seni serta peranannya dalam revitalisasi budaya dan ekonomi. Terdiri dari enam babak yang dilaksanakan di berbagai lokasi, acara ini menawarkan pengalaman yang mendalam tentang seni dan masyarakat.

Daisuke Suzuki adalah Produser Utama dari Komite Pelaksana Festival Seni Internasional Osaka Kansai (di dalam Artlogue Inc.).

Babak 1: Menyambut Dunia yang Beragam (Pameran Seni Publik di Expo Osaka Kansai)

Di dalam area EXPO2025 OSAKA,KANSAI,JAPAN, festival ini akan menampilkan seni publik yang beragam, termasuk patung luar ruangan dan mural. Pameran ini bertujuan untuk mengundang pengunjung untuk berinteraksi dengan seni dari seluruh dunia, dan melalui seni, membangun dialog dan pertukaran antarbudaya. Expo Osaka Kansai, dengan tema “Desain Masyarakat Masa Depan yang Gemilang,”

akan menjadi tempat yang penuh warna melalui karya seni yang mengundang pengunjung untuk berpikir tentang masa depan bersama.

Seniman yang Memamerkan Karya Seni Publik di Expo,Seniman bertopeng DONECY

Salah satu seniman yang memamerkan karya seni publik di Kansai Expo 2025, “Seniman bertopeng DONECY menciptakan karya yang mengguncang konsep ‘melihat’, membongkar batas antara visual dan persepsi. Di Expo Osaka 2025, ia akan menampilkan karya seni publik dan tiga dimensi pertama, ‘Where I Vanish’. Dari kejauhan,
karya ini terlihat jelas, namun saat mendekat, pantulan diri kita di
cermin membuat patung itu menghilang, mengajak pengamat
untuk merasakan kontradiksi antara keberadaan dan ketidakhadiran.”

Chief Curator. Photo of Maximilian Otto Letze.

Babak 2: Refleksi tentang Manusia dan Kehidupan (Pameran “Reshaped Reality” di Osaka Culturarium,Tempozan (formerly Suntory Museum)

Di Osaka Culturarium,Tempozan, sebuah pameran bertajuk “Reshaped Reality” akan menggali pertanyaan tentang apa arti menjadi manusia.Kolaborasi dengan IKA (Institute for Cultural Exchange) dari Jerman, pameran ini menawarkan pengalaman baru melalui ekspresi tubuh yang sangat realistis,yang akan menggugah pengunjung untuk mempertimbangkan kembali esensi kehidupan.

“Maurizio Cattelan,Ave Maria,2007 © Maurizio Cattelan Photo: Attilio Maranzano Courtesy of Maurizio Cattelan`s Archive and Institute for Cultural Exchange, Tübingen”

Chief Curator Maximilian Otto Letze, direktur Institut Pertukaran Budaya di Tübingen, Jerman, yang fokus pada penyelenggaraan pameran internasional di bidang seni modern dan kontemporer.

(Area OSAKA Utara/Kita)Kurator Yoji Sakuma

Babak 3: Hubungan Seni dengan Kota (Area OSAKA Utara/Kita)

Area Umeda, yang mengalami perubahan besar dengan pembukaan Grand Green Osaka, akan berubah menjadi galeri seni terbuka. Di sini, seni akan mengubah ruang publik seperti gedung, ruang terbuka, dan media digital menjadi tempat ekspresi artistik. Karya seni yang ditampilkan akan merangsang kreativitas dan menginspirasi kehidupan sehari-hari warga kota.

Kurasi: Produksi Zomia

Babak 4: Kemungkinan Seni di Kota yang Berubah (Area Nishinari)

Area Nishinari, yang memiliki sejarah sebagai tempat tinggal para pekerja pada masa ekonomi pasca-perang, kini menghadapi perubahan sosial yang besar. Festival ini melibatkan masyarakat lokal dalam penciptaan seni, dengan fokus pada seni di kawasan tersebut. Kolaborasi dengan ruang seni lokal dan proyek seni berkelanjutan akan menciptakan ruang baru bagi pertukaran budaya dan kreativitas.

(Area Senba) Kurator KISHIMOTO Mitsuhiro

Babak 5: Kota yang Menghubungkan Budaya (Area Senba)

Senba, yang menghubungkan jalur utama transportasi Osaka dan Expo, akan menjadi tempat berbagai pameran seni yang menggambarkan pertemuan budaya dari berbagai belahan dunia. Dengan mengusung tema “Re: Human – Meninjau Kembali Kondisi Manusia,” pameran ini akan memeriksa berbagai kemungkinan baru tentang kemanusiaan di tengah perubahan global.

Babak 6: Ekonomi Kreatif dan Masa Depan Bumi

Program Lainnya:

Selain pameran utama, festival ini juga menawarkan berbagai acara seperti pameran seni digital Eropa di Seaside Studio CASO

Exhibition curator, National Museum of Ethnology (Minpaku in Expo Park)NAKANO Yasuo

dan berbagai program satelit yang mengajak kolaborasi global dalam memperluas jaringan seni.

“Study: Osaka Kansai International Art Festival 2025” bukan hanya sebuah pameran seni, tetapi sebuah gerakan yang mengundang masyarakat untuk berpikir lebih dalam tentang peran seni dalam membentuk masa depan yang lebih baik.