Wayang Potehi

wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_01

Wayang Potehi merupakan wayang boneka. Asal kata wayang ini Poo artinya kain, Tay artinya kantong dan Hie artinya Wayang. Asal wayang ini dari propinsi Fujian bagian selatan Tiongkok. Mengikuti legenda bahwa wayng ini diciptakan oleh 5 orang tahanan yang akan menghadapi hukuman mati pada saat dinasti Tang (617-918). Dimana saat penantian hukuman mereka memainkan wayang ini. Dimana keindahan dari wayan yang dimainkan oleh mereka terdengar oleh kaisar sehingga memberikan pengampunan hukuman karena telah memberikan kontribusi sebuah bentuk baru kesenian.

wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_08 wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_06Wayang Potehi ini sangat erat hubungannya dengan Opera Peking, dapat terlihat dari riasan wajah boneka yang sangat khas, baik utk raja, Kaisar amaupun penglima perang. Riasan riasan ini sangat unik dan memiliki makna yang khusus utk setiap karakter.

Wayang Potehi ini memiliki dua fungsi yaitu sebagai budaya sosial maupun ritual keagamaan.Pementasan Potehi ini digunakan untuk menghormati Tuhan dan nenek moyang, dimana menunjukkan rasa terimakasih dan dilakukan di kelenteng. Potehi sudah dikenal sejak jaman raja Syailendra Mataram kuno pada abad 9, dan berlanjut sampai kerajaan Majapahit abad 14, dan mulai berkembang dengan adanya kuli kontrak Bangka Belitung pada abad 18. Saat ini Wayang Potehi masih dapat dilihat di daerah jawa seperti di surabaya, Sidoarjo, Gudo(jombang) dan semarang.

wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_05wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_04Wayang Potehi melakonkan tokoh tokoh dalam cerita klasik tiongkok seperti Sam Kok, Ngo Ho Ping Lam, Sam Pek Eng Tay dan Sie Jin Kwi. Ratusan tahun budaya ini ber akulturasi dengan budaya lokal sehingga pementasan yang dilakukan tidak hanya memakai bahasa asli Tiongkok tetapi saat ini juga memakai bahasa Indonesia, bahkan beberapa tokoh dimainkan juga dalam pentas seni ketoprak seperti tokoh Sie Jin Kwi yang diadopsi menjadi Joko Sudiro, tokoh Li Si Bin di adopsi menjadi Prabu Lisan Puro.

wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_04  wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_08  wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_03  wayang-potehi_akar-media-majalah-indonesia_02

Rumah Topeng dan Boneka Setia Darma yang terletak di Tegal Bingin sekitar ubud memiliki lebih dari 300 koleksi wayang potehi. Koleksi koleksi ini banyak di dapatkan dari daerah Jawa seperti Blitar dan ada juga yang masih asli dari Tiongkok.

Rumah Topeng dan Boneka Setia Darma
Kubu Bingin Cultural Village
Jl. Tegal Bingin
Banjar Tengkulak Tengah
Kemenuh Village, Sukawati,
Gianyar, Bali

Phone:
+62.361.977404
+62.817.6022234

Email:
setiadarmabali@yahoo.co.id

Author: Akar Media

Share This Post On